This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Powered By Blogger

Kamis, 14 Juni 2012

Kata-kata MutiaraTUHAN DAN KEHIDUPAN

Kata-kata MutiaraTUHAN DAN KEHIDUPAN

Ingatlah akan Tuhan yang telah menciptakan dirimu.
Tidak ada satu hal pun yang mustahil bila Tuhan berkenan.
Segala masalah pasti ada penyelesaiannya; tergantung bagaimana kita
menyelesaikannya,
    apakah membiarkan atau menghadapinya.

Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya
menjadi
    percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.
God will be help which who help himself.
Peace only happen in God.
Ketika kita lahir, kita menangis dan dunia bergembira. Jalanilah hidup kita
dengan cara
    sedemikian rupa, supaya ketika kita meninggal, dunia akan menangis dan kita
bergembira.
Ilmu pengetahuan pada masa muda akan membuat orang menjadi bijaksana pada hari
tua.
Orang yang hidup dalam kasih mengenal:
    1. Kesabaran.
    2. Kemurahan hati.
    3. Ketidak sombongan.
    4. Terus terang
Memberi tidak harus mengasihi, tetapi mengasihi selalu disertai dengan
pemberian.
5 Kelemahan pada setiap orang.
    1. Disaat sembarangan, mudah membunuhnya.
    2. Disaat takut, mudah menangkapnya.
    3. Disaat marah, mudah menghasutnya.
    4. Disaat sensitif, mudah menjadikannya terhina.
    5. Disaat emosional, mudah membuatnya gelisah.
Anda tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika anda mengharapkan seseorang
tanpa kesalahan.
4 Sifat orang mulia:
    1. Dalam tingkah laku, sopan dan rendah hati.
    2. Dalam menghadapi atasan, hormat dan tulus.
    3. Dalam memenuhi kebutuhan orang banyak, murah hati dan ramah.
    4. Dalam memakai tenaga orang lain, jujur dan adil.<
Budi orang baik ditandai dengan 3 ciri:
    1. Menyambung persahabatan.
    2. Memaafkan orang yang berbuat jahat.
    3. Menolong orang yang tidak suka memberi pertolongan.
Cara menghilangkan stress :
    1. Jangan selalu tergantung pada orang lain.
    2. Jangan berburuk sangka bahwa orang lain akan menghina atau membicarakan
anda.
    3. Jangan selalu mengingat kesalahan masa lalu, perasaan bersalah
        dan penyesalan yang dalam dapat mempersulit, karena menguras segenap
pikiran dan tenaga.
    4. Jangan menyimpan kemarahan dan frustrasi, utarakan dan bicarakan dengan
orang lain
        yang bertanggung jawab atas terjadinya hal tersebut.
    5. Luangkanlah waktu setiap hari, mulailah kegiatan baru.
    6. Jangan menjadi pengendara yang agresif. Mengalah pada. "setan jalan".
        Jalankan kendaraan dengan sikap mengalah.
    7. Jangan menyimpan rasa dengki dan cemburu, rasa dengki memakan energi.
    8. Jangan membiasakan sikap terburu-buru. Tidakan tersebut menjurus pada
Kesalahan-Penyesalan-Stress.
    9. Yang penting kalau kita sudah tahu bahwa diri kita stress, itu merupakan
kunci utama penyembuhan.
Resep awet muda :
    1. Hadapi segala maslah dengan santai dan tenang, tanpa melupakan masalah
anda sendiri.
    2. Bersedih hati janganlah terlalu berkepanjangan. Carilah bahan pelipur dan
berusahalah menyibukan diri.
    3. Jauhkanlah amarah, karena kemarahan memakan energi yang berpengaruh buruk
terhadap fisik.
    4. Bila sesuatu dapat diselesaikan dengan ketenangan, mengapa harus
dibarengi dengan ketegangan.
    5. Kedengkian dan iri hati berpengaruh buruk terhadap peredaran darah dan
jantung anda.
    6. Hadapi orang marah dengan tenang dan jangan masukan kedalam hati.
    7. Jangan memperdulikan hal-hal yang dilakukan orang lain, apalagi
memvonisnya.
    8. Dunia ini berputar, bila anda sedang berada dibawah, jangan putus asa.
Ada saatnya anda pasti
        akan naik keatas. Tetapi bila sudah berada diatas, ingatlah bahwa anda
dapat jatuh.
    9. Terimalah penderitaan dengan pasrah dan takwa kepada Tuhan, karena
penderitaan selalu
        membawa hikmah suatu kebahagiaan.
  10. Fisik anda harus anda jaga dengan olah raga.
  11. Jangan lekas merasa tua, karena dibanding dengan esok anda masih muda
sekarang.


CINTA - KASIH
Cinta sejati tidak menuntut balasan apa-apa.
Cinta adalah kagum dengan hati, kagum adalah cinta dengan pikiran.
Suara hati seorang kekasih bagai nyanyian surgawi, walaupun kebencian sedang
melanda.
Terimalah kekasih anda dengan apa adanya dia, maka cinta kasih suci akan bersemi
pada
    hubungan anda dan kekasih anda.
Apapun kesalahan kekasih anda, bila anda benar-benar mencintaio dia tulus hati,
jangan pernah
    anda menyakiti dia, apalagi dengan kekerasan.
Kasih itu identik dengan perasaan sayang yang diberikan dengan setulus hati dan
tanpa paksaan.
Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat.
Dukunglah karir kekasih anda sepenuhnya, maka anda akan dihormati olehnya.
Dalam keheningan dan harapan, akan muncul kekuatan.


MANAJEMEN - DUNIA KERJA
Management Skills.
    1. Memiliki konsep-konsep berpikir.
    2. Berani mengambil keputusan.
    3. Dapat menganalisa keadaan.
    4. Dapat bersosialisasi.
    5. Dapat berkomunikasi dengan baik.
    6. Mengerti dan tahu masalah-masalah teknis.
Kualitas pemimpin ditentukan oleh:
    1. Kebijaksanaan.
    2. Kepercayaan diri.
    3. Belas kasihan.
    4. Keberanian.
    5. Keteguhan.
Jika anda berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok
    tanpa rasa takut, berarti anda sudah berada dijalan yang benar menuju
sukses.
Lebih baik memiliki banyak rencana yang belum terlaksana daripada tidak
mempunyai rencana sama sekali.
Rasa takut bukanlah untuk dinikmati, tetapi untuk dihadapi.
Seni menjadi seorang manajer adalah dapat melakukan dan menyelesaikan perkerjaan
melalui orang lain.
Menyerang tiba-tiba adalah salah satu kunci keberhasilan.
Mereka yang yakin akan menang akan melakukan penyerangan.
Tertawa merupakan obat terbaik diwaktu sakit maupun tidak.
10 Pedoman komunikasi menurut H. Norman Wright:
    1. Jadilah pendengar yang setia, dan jangan berucap sebelum orang lain usai
berbicara.
    2. Janganlah berbicara tergesa-gesa. Berpikir dulu sebelum melontarkan
kata-kata.
        Ucapkan kata-kata yang mudah dipahami.
    3. Ungkapkanlah hal-hal yang benar saja.
    4. Jangan diam, ini justru membuat orang lain frustrasi. Jelaskan mengapa
kata-kata anda tersendat-sendat.
    5. Jangan mau terlibat dalam adu mulut, anda boleh tidak setuju, tetapi
gunakanlah nada tidak berselisih.
    6. Redakan amarah, jangan lontarkan kata-kata amarah.
    7. Jika anda bersalah, akuilah dan minta maaf. Jika orang lain mengakui
kesalahannya,
        maafkanlah dia dan ampuni serta lupakan.
    8. Jangan bersikap cengeng.
    9. Jangan mempersalahkan atau mengeritik orang lain. Sebagai gantinya
pulihkan,
        beri semangat dan bangkitkan gairah hidupnya. Jika orang lain menyerang,
        mengkritik atau mempersalahkan anda, jangan balas dengan sikap yang
serupa.
   10. Cobalah memahami pendapat orang lain. Izinkan perbedaan pendapat.
        Cobalah ikut merasakan kepentingan orang lain.
Bila anda bekerja pada seseorang, perhatikan hukum dibawah ini:
Ayat : #1. Pimpinan selalu benar,
          #2. Jika pimpinan berbuat salah lihat ayat #1.
          #3. Jika kamu tidak dapat menerima ayat #2, itulah saat yang tepat
untuk mengundurkan diri.
Hal tersulit yang sehubungan dengan sukses adalah, mempertahankan agar kita
tetap sukses.
Jadilah orang yang lamban menggerakan lidah tapi cekatan menggerakan mata.
Orang bisa menjadi lebih kuat dengan makan, menjadi lebih bijaksana dengan
membaca.
Rahasia dalam bisnis adalah mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain.
Jangan katakan bagaimana kerasnya anda bekerja, tetapi katakanlah berapa
    banyak yang sudah anda lakukan. (Jangan katakan kesulitan anda, tetapi
katakanlah tunjukkanlah hasilnya)
Seorang pembohong tidak akan percaya kepada siapapun.
Berpikirlah seperti orang yang bisa bertindak, Bertindaklah seperti orang yang
bisa berpikir.
Jika anda tidak melakukan kesalahan, berarti anda tidak menghasilkan apa-apa.
Anda tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika anda mengharapkan seseorang
tanpa kesalahan.
Kebijakan itu seperti cairan, kegunaannya terletak pada penerapan yang benar,
    orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal,
    sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat
Berhati-hatilah dalam memimpin, amati siapa yang anda pimpin serta gunalah
metoda yang tepat.
Bekerjalah terus-menerus seperti semut yang rajin mencari makan,
    sehingga ketika musim paceklik tidak kelaparan.
    Jangan seperti belalang yang selalu berpikir "dunia belum kiamat"
    serta terus bersenang-senang sepanjang musim.
Teman/divisi yang sombong perlu diingatkan. Janganlah suka menepuk dada
seolah-olah
    kesuksesan perusahaan/organisasi hanya kepada jerih payahnya ("Jangan
berlagak seperti
    ayam jantan bodoh, yang berpikir bahwa matahari lantaran dia berkokok")
Mencoba sekali lagi lebih baik daripada mencari-cari alasan.
Kebiasaan terbentuk dari diri kita, kemudian kebiasaan membentuk kita.
 
Share:

KECAP KEONG SAWAH


KECAP KEONG SAWAH

1. PENDAHULUAN
Keong sawah yang cukup enak dimakan ternyata mengandung protein yang tinggi (2~6 %). Keong sawah dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat kecap. Produk ini belum diusahakan secara ekonomis. Pemanfaatan keong sawah menjadi bahan pangan akan menambah penganekaragaman jenis bahan pangan bergizi.
Proses pembuatan kecap keong sawah lebih cepat dari pembuatan kecap kedelai. Hal ini disebabkan adanya proses enzimatis (bromelin) yang hanya memerlukan waktu 7~10 hari.
2. BAHAN
1) Keong sawah 650 gram
2) Gula merah 8 ons
3) Keluwak (penambah warna hitam) 40 gram
4) Garam 225 gram
5) Bawang putih 120 gram
6) Lengkuas (laos) 140 gram
7) Salam dan serai 130 gram
8) Ketumbar 50 gram
9) Kunyit 80 gram
10) Vetsin 50 gram
11) Pekak (adas bintang) untuk bau dan rasa 5 gram
12) Gelatin 5-10 gram
13) Parutan bonggol atau daging buah nenas 100 gram
3. ALAT
1) Alat penggorengan (wajan atau sodet)
2) Pisau
3) Panci dan alat pengaduk
4) Alat penghancur bumbu (cobek dan ulekan)
5) Parutan
6) Penyaring dan kain saring
7) Botol dan tutup yang sudah disterilkan
4. CARA PEMBUATAN
1) Cuci keong sawah, kemudian rebus. Buang kulitnya, timbang dagingnya sebanyak 300 gram;
2) Parut bonggol atau daging buah nenas sebanyak 100 gram, kemudian campurkan ke dalam daging keong sawah tadi;
3) Bubuhi campuran tersebut dengan garam halus 60 gram dan gelatin;
4) Setelah itu disimpan selama 3 hari sambil dipanaskan pada suhu kira-kira 500 C (di atas api kecil dengan tanda air mulai keluar asap);
5) Tambah air sebanyak 1,2 liter, kemudian masak pada suhu 700~800 C (ditandai dengan adanya gelembung-gelembung kecil);
6) Setelah itu, saring dan ampasnya dipisahkan dari filtrat yang berupa cairan kental;
7) Sangrai pekak dan ketumbar untuk menimbulkan aroma;
8) Kupas bawang putih dan hancurkan, kemudian goreng bersama-sama keluwak yang telah dihancurkan;
9) Keluwak dikupas dan dipilih yang berwarna hitam mengkilat, tanpa bau yang menyimpang.
10) Hancurkan lengkuas dan kunyit kemudian campur ke dalam masakan kecap;
11) Hancurkan gula merah kemudian tambahkan ke dalam kecap;
12) Masak kecap selama 15 menit pada suhu 700~800 C (ditandai dengan gelembung-gelembung kecil);
13) Setelah itu saring dengan kain saring. Pisahkan ampasnya. Tampung filtrat yang berupa cairan kental;
14) Masukkan filtrat ke dalam botol kemudian tutup;
15) Lakukan proses pasteurisasi untuk botol-botol yang sudah diisi kecap.
Catatan:
Limbah proses pengolahan kecap dari keong sawah yang berupa cangkang atau kulit keong dan ampas, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan ternak.
6. DAFTAR PUSTAKA
Indrawati, Tanty et al. Pembuatan kecap keong sawah dengan menggunakan enzim bromelin. Jakarta : Balai Pustaka, 1983.






KECAP IKAN ATAU UDANG


1. PENDAHULUAN
Kecap ikan atau udang adalah kecap yang diolah dengan proses peragian yang berjalan lambat. Warnanya bening kekuningan sampai coklat muda, dan rasanya relatif asin.
2. BAHAN
1) Ikan-ikan kecil (teri) atau udang atau cumi-cumi 10 kg
2) Garam secukupnya
3. ALAT
1) Bak kayu atau semen yang berlubang didasarnya, pada lubang tersebut dipasang pansuran dengan saringan untuk menyaring kecap yang dihasilkan.
2) Pemberat.
3) Botol
4. CARA PEMBUATAN
Cuci ikan atau udang dan tiriskan;
Susun dalam bak (tong kayu) yang diselang-seling dengan lapisan garam.
Lapisan garam paling atas harus tebal;
Tutup bak dengan anyaman bambu dan beri pemberat;
Simpan selama 3 bulan untuk berlangsungnya proses peragian;
Setelah penyimpanan menghasilkan cairan, saring, dan masukkan ke dalam botol.
6. DAFTAR PUSTAKA
Berbagai cara pengolahan dan pengawetan ikan. Yogyakarta : Proyek Pengembangan Penyuluhan Pertanian Pusat, Departemen Pertanian, 1987.

KECAP IKAN


1. PENDAHULUAN
Kecap ikan adalah cairan yan diperoleh dari hasil fermentasi ikan di dalam larutan garam. Selama fermentasi, mikroba halofilik seperti Saccharomyces, Torulopsis, dan Pediococcus yang tahan garam berkembang menghasilkan senyawa flavor.
2. BAHAN
Ikan. Sebaiknya digunakan ikan-ikan kecil yan kurang disukai untuk dikonsumsi. Ikan dicuci bersih, ditiriskan dengan sempurna. Kemudian dihamparkan dan diangin-anginkan selama satu jam.
Garam. Garam kasar ditumbuk sampi halus. Jumlah: 20% dari berat ikan.
Bumbu. Bumbu kecap adalah jahe, lengkuas, kayu manis, dan gula merah.
3. PERALATAN
Wadah fermentasi. Alat ini digunakan untuk fermentasi ikan menjadi kecap ikan. Untuk usaha rumahtangga dapat digunakan ember plastik. Untuk usaha agak besar, perlu menggunakan wadah dari logam yang tahan garam, atau wadah dari fiber glass.
Wadah perebus. Wadah ini digunakan untuk merebus cairan kecap.
Kompor
Kain penyaring. Alat ini digunakan untuk menyaring kecap hingga diperoleh kecap yang jernih.
Botol
Alat penutup botol
Pemberat. Dibuat dari kayu dan di atasnya diletakkan coran semen pemberat.
4. CARA PEMBUATAN
1) Proses Pendahuluan
Bila menggunakan ikan ukuran sedang dan besar, ikan harus disiangi untuk membuang jeroan dan insang. Kemudian ikan dicuci, dibelah dan dipotong-potong berukuran 3-4 cm.
Bila menggunakan ikan berukuran kecil (teri) ikan cukup dicuci dan ditiriskan.
2) Fermentasi Kecap No. 1
Dasar wadah fermentasi ditaburi dengan garam yang telah ditumbuk halus setinggi 0,25 cm, kemudian ikan disusun membentuk satu lapisan. Di atas lapisan ini ditaburi lagi garam setinggi 0,25 cm secara merata, kemudian diatasnya disusun lagi satu lapis ikan. Demikian seterusnya sampai wadah penuh. Garam yang digunakan adalah 20 % dari berat ikan. Setiap 1 kg ikan membutuhkan 200 g garam halu. Wadah ditutup rapat kemudian disimpan (difermentasi) selama 3-6 bulan.
Setelah masa fermentsi tersebut, saluran cairan pada bagian wadah dibuka, dan ciran yang keluar ditampung melalui kain saring (2 lapis).
Cairan jernih ini disebut kecap nomor 1.
3) Fermentasi Kecap No. 2
Ikan-ikan yang belum hancur, dapat ditambahkan garam 5% dari berat ikan semula. Kemudian difermentasikan lagi selama 3 bulan. Cairan yang diperoleh merupakan kacap nomor 2. Kecap nomor 2 ini tidak sejernih dan tidak sesedap kecap nomor 1.

4) Penyiapan Bumbu Kecap Asin
a. Jahe dikupas, dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram jahe).
b. Lengkuas dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram lengkuas).
c. Kayu manis dipotong kecil-kecil (tiap liter kecap membutuhkan 20 gram kayu manis).
d. Bumbu-bumbu tersebut dibungkus dengan 2 lapis kain, diikat dan diberi tali dari benang katun yang kuat.
5) Penyiapan Bumbu Kecap Manis
a. Gula merah diiris-iris, dan digiling sampai halus (tiap liter kecap membutuhkan 500 gram gula merah).
b. Jahe dikupas, dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram jahe).
c. Lengkuas dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram lengkuas).
d. Kayu manis dipotong kecil-kecil (tiap liter kecap membutuhkan 20 gram kayu manis).
e. Gula merah dan bumbu-bumbu tersebut dibungkus dengan 2 lapis kain, diikat dan diberi tali dari benang katun yang kuat.
6) Pembumbuan dan Pemasakan Kecap Asin
Cairan kecap (yang nomor 1 atau nomor 2) ditambahkan dengan air (tiap liter cairan kecap ditambah dengan 0,5 liter air). Cairan direbus sampai mendidih. Setelah itu api dikecilkan sekedar menjaga agar cairan tetap mendidih. Bumbu kecap asin yang telah dibungkus diatas dicelupkan ke dalam cairan yang mendidih dan diaduk-aduk terus menerus selama 15 menit. Kecap yang dihasilkan adalah kecap asin. Ketika masih panas, kecap asin ini disaring dengan 2 lapis kain saring.
7) Pembumbuan dan Pemasakan Kecap Manis
Cairan kecap (yang nomor 1 atau nomor 2) ditambahkan dengan air (tiap liter cairan kecap ditambah dengan 0,5 liter air). Cairan direbus sampai mendidih. Setelah itu api dikecilkan sekedar menjaga agar cairan tetap mendidih.
Bumbu kecap manis yang telah dibungkus diatas dicelupkan ke dalam cairan yang mendidih dan diaduk-aduk terus menerus selama 15 menit. Kecap yang dihasilkan adalah kecap manis. Ketika masih panas, kecap manis ini disaring dengan 2 lapis kain saring.
8) Pembotolan
Kecap yang masih panas segera dimasukkan ke dalm botol, kemudian ditutup rapat dan diberi label.

KECAP


1. PENDAHULUAN
Kecap adalah cairan hasil fermentasi bahan nabati atau hewani berprotein tinggi di dalam larutan garam. Kecap berwarna coklat tua, berbau khas, rasa asin dan dapat mempersedap rasa masakan. Bahan baku kecap adalah kedelai atauikan rucah. Yang paling banyak diolah menjadi kecap adalah kedelai.
Mula-mula kedelai difermentasi oleh kapang (aspergillus sp dan Rhizopus sp) menjadi semacam tempe kedelai, kemudian “tempe” ini dikeringkan dan direndam di dalam larutan garam. Garam merupakan senyawa yang selektif terhadap pertumbuhan mikroba. Hanya mikroba tahan garam saja yang tumbuh pada rendaman kedelai tersebut. Mikroba yang tumbuh pada rendaman kedelai pada umumnya dari jenis khamir dan bakteri tahan garam, seperti Zygosaccharomyces (khamir) dan Lactobacillus (bakteri). Mikroba ini merombak protein menjadi asam-asam amino dan komponen rasa dan aroma, serta menghasilkan asam. Fermentasi tersebut terjadi jika kadar garam cukup tinggi, yaitu antara 15 sampai 20%.
2. BAHAN
1) Kedelai.
2) Garam.
3) Laru tempe
3. PERALATAN
1) Wadah perendam.
2) Wadah fermentasi
3) Wadah perebus.
4) Tampah
5) Kompor
6) Kain penyaring
7) Botol
8) Alat penutup botol.


4. CARA PEMBUATAN
  1. Pencucian dan perendaman. Kedelai dibersihkan dan dicuci sampai bersih. Kemudian kedelai direndam di dalam air bersih selama 12 jam. Setelah itu, kedelai dimasukkan ke dalam karung dan diinjak-injak sehingga biji terbelah dua. Pemecahan biji juga dapat dilakukan dengan menggunakan mesin penggiling tipe cakram. Biji kedelai yang telah terbelah ini kemudian dicuci sampai bersih.
  2. Perebusan. Kedelai direbus di dalam air mendidih selama 40-60 menit. Tiap kg kedelai memerlukan 2 liter air perebus. Setelah itu kedelai ditiriskan dan didinginkan. Air perebus tidak dibuang, tapi akan digunakan untuk pembuatan larutan garam.
  3. Fermentasi menjadi tempe. Kedelai ditaburi laru tempe (1 gram untuk 1 kg kedelai), dan diaduk-aduk sampai rata. Setelah itu kedelai dihamparkan diatas tampah setebal 2-3 cm dan ditutup dengan daun pisang. Tampah diletakkan di atas para-para yang terhindar dari serangga dan cahaya matahari langsung selama 4-5 hari sampai kapang cukup tebal menutupi tempe kedelai.
  4. Penjemuran tempe. Biji tempe dipisah-pisahkan dengan tangan, kemudian dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai biji tempe agak kering (kadar air dibawah 18%).
  5. Penyiapan larutan garam 20%. Untuk tiap 1 liter air bekas perebus ditambah dengan 2 liter air segar dan garam 600 gram. Campuran ini diaduk-aduk agar garam larut dengan sempurna.
  6. Fermentasi garam untuk kecap no. 1. Biji tempe kering dimasukkan ke dalam larutan garam. Tiap 1 kg butiran tempe kering membutuhkan 4 liter larutan garam. Perendaman di lakukan di dalam wadah perendam selama 10-15 minggu. Pada siang hari manakala langit tidak tertutup awan, atau tidak hujan, wadah dipindahkan ke udara terbuka, dan penutup wadah dibuka. Setelah fermentasi di dalam larutan garam selesai, saluran di bagian dasar wadah dibuka, dan cairan yang keluar ditampung. Cairan ini disebut sebagai kecap nomor 1.
  7. Fermentasi garam untuk kecap no. 2. Ampas yang tertinggal pada wadah perendam ditambah lagi dengan larutan garam 20% (tiap 1 kg butiran tempe ditambah dengan 3 liter larutan garam). Selanjutnya perendaman dilakukan selama 8-10 minggu dengan cara yang sama dengan cara pengolahan No. 6. Setelah fermentasi selesai, cairan dikeluarkan dan cairan ini disebut sebagai kecap nomor 2. Ampas direndam di dalam air bersih kemudian diperas atau dipress, dan dapat dijadikan bahan pakan ternak.
  8. Penyiapan bumbu kecap asin. (1). Jahe dikupas, dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram jahe). (2). Lengkuas dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram lengkuas), dan (3).Kayu manis dipotong kecil-kecil (tiap liter cairan kecap membutuhkan 40 gram lengkuas), dan (4). Kayu manis dipotong kecil-kecil (tiap liter cairan kecap membutuhkan 20 gram kayu manis). Gula merah dan bumbu tersebut dibungkus dengan 2 lapis kain, diikat dan diberi tali.
  9. Penyiapan bumbu kecap manis, (1). Gula merah diiris-iris, dan digiling sampai halus (tiap liter kecap membutuhkan 500 gram gula merah), (2). Jahe dikupas, dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan kecap membutuhkan 40 gram jahe), (3). Lengkuas dicuci, kemudian digiling sampai hancur (tiap 1 liter cairan keca membutuhkan 40 gram lengkuas), dan (4). Kayu manis dipotong kecl-kecil (tiap liter cairan kecap membutuhkan 20 gram kayu manis). Gula merah dan bumbu tersebut dibungkus dengan 2 lapis kain, diikat dan diberi tali.
  10. Pembumbuan dan pemasakan kecap manis. Cairan kecap (yang nomor 1 atau nomor 2) ditambah dengan air (tiap liter cairan kecap ditambah dengan 1,5 liter air). Cairan direbus sampai mendidih. Setelah itu api dikecilkan sekadar menjaga agar cairan tetap mendidih. Bumbu kecap manis yang telah dibungkus di atas dicelupkan ke dalam cairan yang mendidih dan digoyang – goyangkan. Cairan diaduk terus menerus selama 2-3 jam sampai volume menjadi setengah dari semula. Sampai pemanasan selesai dilakukan, bumbu yang terbungkus kain kasa tadi tetap berada di dalam cairan yang sedang dimasak. Kecap yang dihasilkan adalah kecap manis. Ketika masih panas, kecap manis ini disaring dengan 2 lapis kain saring.
  11. Pembumbuan dan pemasakan kecap asin. Cairan kecap (yang nomor 1 atau nomor 2) ditambah dengan air (tiap liter cairan kecap ditambah dengan 1,5 liter air). Cairan direbus sampai mendidih. Setelah itu api dikecilkan sekadar menjaga agar cairan tetap mendidih. Bumbu kecap asin yang telah dibungkus di atas dicelupkan ke dalam cairan yang mendidih dan digoyang-goyangkan. Cairan diaduk terus menerus selama 2 –3 jam sampai volume menjadi setengah dari semula. Sampai pemanasan selesai dilakukan, bumbu yang terbungkus kain kasa tadi tetap berada di dalam cairan yang sedang dimasak. Kecap yang dihasilkan adalah kecap asin. Ketika masih panas, kecap asin ini disaring dengan 2 lapis kain saring.
  12. Pembotolan. Kecap yang telah dingin dikemas di dalam botol, kemudian ditutup rapat dan diberi label.

Share:

sistem koloid

LANDASAN TEORI

A.   KOMPONEN DAN PENGELOMPOKAN SISTEM  KOLOID
      Sistem koloid terdiri atas fase terdispersi dangan ukuran tertentu dalam medium pendespersi. Zat yang didispersikan disebut fase terdispersi, sedangkan medium yang digunakan untuk mendespersikan disebut medium pendispersi.
1.    Pengertian koloid
            Koloid  adalah suatu suspensi partikel-partikel kecil yang mempunyai ukuran tertentu dalam suatu medium kontinyu.
2.    Macam-macam Sistem dispersi
            Berdasarkan perbedaan ukuran zat yang didispersikan, sistem dispersi dapat dibedakan menjadi:
a.    Dispersi kasar (suspensi) adalah partikel-partikel zat yang didispersikan lebih besar daripada 100 milimikron.
b.    Dispersi halus adalah partikel-partikel zat yang didispersikan berukuran antara 1 sampai dengan 100 milimicron.
c.    Dispersi molekular (larutan sejati) adalah partikel-partikel zat yang didispersikan lebih kecil daripada 1 milimicron.
Tabel Perbedaan antara larutan, koloid, dan suspensi.
Aspek yang dibedakan
Sistem Dispersi
Larutan Sejati
Koloid
Suspensi
Bentuk campuran
Homogen
Homogen
Heterogen
Bentuk dispersi
Dispersi molekul
Dispersi padatan
Dispersi padatan
Penulisan
X(aq)
X(s)
X(s)
Ukuran Partikel
< 1 nm
1 nm – 100 nm
>100 nm
Fasa
Tetap homogen
Heterogen
Heterogen
Penyaringan
Tidak dapat disaring dengan kertas saring maupun saringan permeable
Tidak dapat disaring dengan kertas saring biasa, tapi dapat disaring dengan saringan pemeable
Dapat disaring dengan kertas saring biasa
Pemeriksaan
Tidak dapat diamati dengan microscope biasa, tapi tramati dengan microscope elektron
Dapat diamati dengan microscope ultra.
Dapat diamati dengan microscope biasa.

  1. Klasifikasi Sistem Dispersi Koloid
Dalam sistem koloid, fase dispersi dan medium pendispersi dapat berupa zat padat, zat cair, atau gas.
Berdasarkan hubungan antara fase dispersi dengan medium dispersi, macam sistem koloid dapat dibagi menjadi:
No.
Fase terdispersi
Fase Pendispersi
Nama sistem koloid
Contoh sistem koloid
1.
Cair
Gas
Aerosol cair
Kabut, awan
2.
Cair
Cair
Emulsi
Air susu, santan
3.
Cair
Padat
Emulsi
Jelly, mutiara, keju
4.
Padat
Gas
Aerosol padat
Asap, Debu di udara
5.
Padat
Cair
Sol
Cat, Tinta, kanji
6.
Padat
Padat
Sol padat
Kaca berwarna, intan hitam
7.
Gas
Cair
Busa, buih
Buih sabun, krim krim kocok
8.
Gas
Padat
Busa padat
Batu apung, karet busa

  1. Aerosol
Aerosol adalah sistem koloid dari partikel padat atau cair yang terdispersi dalam gas. Jika zat yang terdispersi berupa zat padat disebut aerosol padat. Sedangkan jika zat yang terdispersi berupa zat cair disebut aerosal cair.
Contoh aerosol padat: asap dan debu dalam udara
Contoh aerosol cair: kabut dan awan
  1. Sol
Sol adalah sistem koloid dari partikel padat atau cair yang terdispersi dalam zat cair
Contoh sol: air sungai adalah sol dari lempung (tanah liat) dalam air, sol sabun, sol detergen, sol kanji, tinta tulis, dan cat.
  1. Emulsi
Emulsi adalah sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain.
            Ada dua macam emulsi, yaitu:
a)    Emulsi minyak dalam air (M/A); contohnya santan, susu, dan lateks.
b)    Emulsi air dalam minyak (A/M); contohnya mayonnaise, minyak bumi, dan minyak ikan.
  1. Buih
            Buih adalah sistem koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair. Contohnya buih sabun.
  1. Gel
Gel adalah koloid yang setengah kaku (antara padat dan cair). Contohnya agar-agar, lem kanji, selei, gelatin, gel, sabun, dan gel silika.
  1. Sifat-sifat koloid
Beberapa sifat-sifat koloid yang khas, yaitu:
a.    Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah suatu efek penghamburan berkas sinar oleh partikel-partikel yang terdapat dalam sistem koloid, sehingga jalannya berkas sinar terlihat.
b.    Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerakan terpatah-terpatah (gerak zig-zag) yang terus-menerus dalam sistem koloid
c.    Diffusi dan Filtrasi
Partikel koloid lebih sulit berdifusi bila dibandingkan dengan larutan sejati. Hal ini disebabkan ukuran partikel koloid lebih besar dibandingkan dengan partikel larutan sejati. Selain itu ukuran partikel koloid juga menyebabkan partikel koloid tidak dapat disaring dengan kertas biasa, tetapi harus dengan penyaring ultra.
Adsorpsi
Adsorpsi adalah proses penyerapan zat/partikel/molekul pada permukaan diri zat tersebut sehingga koloid akan memiliki muatan listrik. Antara partikel koloid dengan ion-ion yang diadsorpsi akan membentuk beberapa lapisan, yaitu:
d)    Lapisan pertama ialah lapisan inti yang bersifat netral, terdiri atas partikel koloid netral.
e)    Lapisan ion dalam ialah lapisan ion-ion yang diadsorpsi oleh koloid.
f)     Lapisan ion luar
d     Kesetabilan koloid
Kesetabilan kolid ditentukan oleh muatan listrik yang dikandung partikel koloid. Muatan listrik dapat dilucuti, misalnya dengan penambahan zat yang bersifat elektrolit, akibatnya akan terjadi penggumpalan  koloid atau pengendapan koloid
e     Elektroforesis
Elektroforesis adalah peristiwa pemisahan koloid yang bermuatan. Partikel-partikel koloid yang bermuatan dengan bentuan arus listrik akan mengalir ke masing-masing elektroda yang bermuatannya berlawanan. Partikel yang bermuatan positif bergerak menuju ke elektroda positif.
f.     Koloid Pelindung
Koloid pelindung adalah koloid yang dapat melindungi koloid dari proses koagulasi atau penggumpalan. Ada beberapa koloid pelindung yang digunakan pada emulsi, misalnya casein dalam susu. Jenis koloid ini disebut emuglatol.
g.    Dialisis
Dialisis adalah proses penyaringan koloid dengan menggunakan kertas perkamen atau membran yang diletakan di dalam air yang mengalir
h.    Koloid Liofil dan koloid Liofob
            Umumnya terjadi pada koloid yang fase terdispersinya padatan dan mediumnya cairan atau berupa sol, sehingga lebih dikenal sebagai sol liofil atau sol liofob.
            Sol liofil adalah sol di mana fase terdispersinya senang akan medium pendispersinya (senang akan cairan) atau di katakan juga afinitas atau daya tarik terhadap mediumnya sangat kuat.
            Sol liofob adalah kebalikan dari sol liofil, di mana partikel fase terdispersinya kurang/tidak senang akan cairannya (mediumnya).
Perbedaan antara koloid liofob dengan koloid liofil dapat disimak pada tabel dibawah ini .
No.
Koloid liofil
Koloid liofob
1.
Partikel tidak dapat dilihat dengan microscope ultra
Partikelnya dapat dilihat denan microscope ultra
2.
Tidak menunjukan peristiwa elektroforesis
Menunjukan peristiwa elektroforesis
3.
Tidak mengalami koagulasi bila diberi  sedikit elektrolit
Mengalami koagulasi jika diberi elektrolit
4.
Memiliki viskositas besar
Viskositas mirip medium pendispersinya
5.
Tegangan permukaan kecil
Tegangan permukaan mirip medium pendispersinya
6.
Tidak menjukan gerak brown
Menunjukan gerak brown yang jelas
7.
Pada penguapan atau pendinginan menghasilkan gel, yang akan membentuk sol lagi bila diberi medium pendispersinya
Pada penguapan atau pendinginan akan menghasilkan koagulasi, tidak membentuk sol kembali bila diberi medium pendispersinya.

B.   PEMBUATAN KOLOID
Larutan koloid dapat dibuat dengan dua cara, yaitu:
a.    Kondensasi
            Kondensasi adalah penggabungan partikel-partikel halus (molekuler) menjadi partikel yang lebih besar. Pembuatan koloid dengan cara ini dilakukan melalui:
                                          i.    Cara Kimia
Partikel koloid dibentuk melalui reaksi-reaksi kimial seperti reaksi hidrolisis, reaksi reduksi-oksidasi, atau reaksi subtitusi.
1.    Hidrolisis
Hidrolisis merupakan reaksi zat dengan air.
Contoh : pembuatan sol Besi(III)hidroksida, sol Al(OH)3
Sol besi (III)hidroksida dibuat dari larutan FeCl3 dengan air mendidih.
FeCl3(aq) +   3 H2O(l) à Fe(OH)3(s) + 3 HCl(aq)
                                        Coklat
AlCl3(aq)     +   3 H2O(l)    à Al(OH)3(s)   + 3 HCl(aq)
                                             Putih
2.    Reaksi reduksi-oksidasi
Reaksi reduksi0oksidasi merupakan reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi,
3.    Reaksi subtitusi
Reaksi subtitusi merupakan reaksi penggantian, misalnya pengggantian ion.
                                        ii.    Cara Fisika
Dilakukan dengan jalan menurunkan kelarutan dari zat terlarut, yaitu dengan jalan pendinginan atau mengubah pelarut sehingga terbentuk satu sol koloid.
b.    Cara Dispersi
            Pembuatan koloid dengan cara dispersi merupakan pemecahan partikel-partikel kasar menjadi partikel yang lebih halu/ lebih kecil; dapat dilakukan secara mekanik, peptisasi, atau dengan loncatan bunga listrik (cara busur Bredig).
                                          i.    Cara Mekanik
Dengan cara ini butir-butir kasar digerus dengan lumpung atau penggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu kemudian diaduk dengan medium dispersi
Contoh:
Sol belerang dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan suatu zat inert (seperti Gula Pasir), kemudian mencampur serbuk halus itu dengan air (seperti yang dilakukan dalam praktikum)
                                        ii.    Cara Peptisasi
Pembuatan koloid dengan cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah).
Contoh:
Agar-agar dipeptisasi oleh air, nitroselusosa oleh aseton, karet oleh bensin, dan lain-lain.
                                       iii.    Cara Busur Bredig
Digunakan untuk membuat sol-sol logam, logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elektroda yang dicelupkan dalam medium dispersi, kemudian diberi loncatan listrik diantara kedua ujungnya. Mula-mula atom logam akan terlempar ke dalam air, lalu mengalami kondensasi sehingga membentuk partikel koloid. Jadi, cara ini merupakan penggabungan antara cara dispersi dengan cara kondensasi











PRAKTIKUM

Rumusan Praktikum :
1.    Pasir halus, Tanah,  Gula pasir, tepung tergolong apakah ?
2.    Sifat-sifat koloid apakah yang di jumpai ?
3.    Bagaimana pembuatan sol besi(III)hidroksida ?
4.    Bagaimana reaksi yang terjadi dalam pembuatan sol besi(III) hidroksida ?
5.    Bagaimana pembuatan sol belerang ?
6.    Mengapa dalam pembuatan sol belerang perlu ditambahkan gula pasir ?
7.    Apa sajakah alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum ini ?
Tujuan Praktikum :
  1. Untuk melatih keterampilan melakukan pengelompokan  dan membedakan campuran kedalam larutan, koloid dan suspensi
  2. Untuk mengetahui sifat-sifat dari koloid.
  3. Untuk mengetahui cara pembuatan koloid
  4. Untuk mengetahui cara pembuatan sol besi(III)hidroksida dan sol belerang
  5. Agar mengenal peralatan laboratorium secara nyata.
Alat  :
  1. Beker Gelas/ gelas kimia
  2. Corong Kaca
  3. Kertas saring (filter paper)
  4. Labu Erlenmeyer (tempat meyaring)
  5. Spatula (Batang pengaduk) kaca.
  6. Senter Baterai
  7. Kaki Tiga dan kasa
  8. Pembakar spritus
  9. Pengerus dan alu
Bahan :
  1. Air (H2O)
  2. Pasir halus
  3. Tanah
  4. Tepung Kanji
  5. Gula pasir
  6. Larutan FeCl3
  7. Sulfur/Belerang
Prosedur Kerja :
A.  Pengelompokan Campuran :
  1. Menyiapkan alat serta bahan bahannya.
  2. Mengambil Gelas kimia sebanyak empat
  3. Mengisi semua gelas kimia tadi dengan air 100 mL
  4. Mengisi pasir halus, Tanah, Gula pasir, dan tepung kanji masing masih 1 spatula kedalam gelas kimia yang  telah berisi air.
  5. Mengaduk keempat campuran tadi dengan spatula  sehingga terdispersi secara merata.
  6. Mengamati homogenitas ketiga campuran tersebut.
  7. Mengamati sifat optik (Efek Tyndall) dengan menggunakan senter.
  8. Menyaring campuran pasir halus dengan cara memasang corong diatas Labu Erlenmeyer.
  9. Melipat kertas saring agar sesuai dengan bentuk corongnya.
  10. Menuangkan campuran pasir halus yang belum tersaring keatas kertas saring secara perlahan.
  11. Mengamati residu pada kertas saring
  12. Mengulangi langkah 7 pada filtrat untuk melihat adanya koloid kembali. (koloid tidak dapat tersaring oleh kertas saring, sehingga pada filtrat masih bersifat koloid.
  13. Mengulangi langkah 8 sampai dengan langkah 12 untuk campuran yang lain.
  14. Menyusun hasil pengamatan, dan membahas dalam bentuk laporan.

B.   Prosudur Cara Pembuatan Koloid :
i.      Pembuatan sol besi(III) hidroksida
1.    Menyediakan gelas kimia
2.    Mengisi air ± 50 mL pada gelas kimia
3.    Menyiapkan larutan FeCl3 25mL
4.    Mendidihkan air yang berada pada gelas kimia diatas kaki tiga dan kasa.
5.    Menuangkan larutan FeCl3 kedalam air mendidih
6.    Mengamati perubahan yang terjadi
7.    Mengamati sifat optik (Efek Tyndall) dengan menggunakan senter.
8.    Menuliskan reaksi yang terjadi
9.    Melaporkan hasil pengamatan, membahas dan menyimpulkan.
ii.    Pembuatan sol belerang/sulfur
1.    Menyiapkan alat penggerus serta alu.
2.    Menyiapkan gelas kimia dan mengisi air 100 mL ke dalamnya.
3.    Mengambil belerang dan di tambah gula dengan perbandingan gula lebih banyak dari pada belerang.
4.    Memasukan belerang dan gula dalam alat penggerus.
5.    Menggerus belerang dan gula dengan alu sampai menjadi halus.
6.    Masukan gerusan belerang dan gula ke dalam gelas kimia yang bersisi air.
7.    Mengamati sifat optik (Efek Tyndall) dengan menggunakan senter.
8.    Melaporkan hasil pengamatam, membahas, dan menyimpulkan dalam bentuk laporan.
Dari seluruh kegiatan penggunaan alat untuk melakukan percobaan dangan zat yang berbeda saya selalu melakukan pencucian secara bersih agar zat lain tidak terkontaminasi atau bereaksi.




























HASIL PENGAMATAN

TABEL PENGAMATAN  :

A.  PENGELOMPOKAN CAMPURAN:
No.
Nama Campuran
Residu Pada Kertas saring
Bentuk Dispersi
Efek Tyndall
KOLOID
1
2
3
4
Camp. Pasir Halus
Camp. Tanah
Camp. Gula Pasir
Camp. Tepung
Ada
Ada
Tidak
Tidak
Suspensi
Suspensi
Larutan Sejati
Koloid
Tidak
Tidak
Tidak
Ada


B.  PEMBUATAN SISTEM KOLOID :
No.
Nama Koloid
Hasil Yang teramati
Keterangan
1
Sol besi(III)hidroksida
Fe(OH)3
Terjadi endapan coklat, adanya efek tyndall jika disenter
Merupakan koloid dengan cara kondensasi secara kimia yaitu hidrolisis
2
Sol Belerang/sulfur
Terjadi endapan pada bagian bawah campuran, adanya efek tyndall jika di senter
Merupakan koloid dengan cara Dispersi Mekanik dengan menambah zat stabilezer (gula)












PEMBAHASAN

A.  Pembahasan Untuk Pengelompokan Campuran :
               Dari pengamatan yang saya lakukan dalam pengelompokan campuran yaotu pada saat penyaringan terdapat residu yaitu campuran pasir halus dengan campuran tanah, kedua campuran ini tergolong dalam sistem dispersi yaitu sistem suspensi dan tidak ada sifat optik koloid yaitu efek tyndall, yaitu campuran berbentuk heterogen dapat dilihat secara terpisah misalnya seperti pasir halus dengan air dapat terlihat ada perbedaan antara ke dua jenis zat tersebut. Sistem dispersi ini berbentuk dispersi padatan, berfasa heterogen, dapat tersaring dengan menggunakan kertas saring biasa dan juga teramati dengan microscope biasa. Ini berari memiliki ukuran partikel > 100 nm. Sedangkan pada campuran gula pasir dan tepung kanji berbeda halnya dengan campuran pasir halus dengan campuran tanah, yang membedakan yaitu  dari pada sistem dispersinya, jika larutan Gula pasir termasuk larutan sejati, campuran berbentuk homogen yaitu campuran tidak dapat terbedakan antara gula maupun airnya,dan memiliki fasa tetap homogen, bentuk dispersinyanya yaitu dispersi molekul, dalam penyaringan dengan menggunakan kertas saring biasa maupun saringan permeable tidak terdapat residu ini berarti memiliki ukuran partikel < 1 nm, pengamatan hanya dapat menggunakan microscope elektron, tidak dapat teramati oleh microscope biasa. Pada campuran tepung kanji termasuk koloid karena pada saat penyaringan tidak terdapat residu karena memiliki ukuran partikel 1 nm – 100 nm, campuran ini dapat disaring menggunakan saringan permeable. Dan pada saat penyinaran terjadi penghamburan cahaya oleh partikel koloid ini disebut dengan efek tyndall karena ukuran partikel lebih besar dari panjang gelombang cahaya. Pada saat tepung kanji ini di panaskan maka terjadi berupa Gel yaitu koloid yang setengah kaku (antara padat dan cair) dan lengket.
B.  Pembahasan untuk pembuatan Sistem Koloid :
                          i.    Pembuatan Sol Besi(III)hidroksida
               Dari pengamatan yang saya lakukan, terjadi reaksi pada saat pembuatan sol besi(III)hidroksida yaitu :
Reaksi : FeCl3(aq) +   3 H2O(l) à Fe(OH)3(s) + 3 HCl(aq)
                                                    (Coklat)
Pembuatan koloid ini menggunakan sistem kondensasi cara kimia yaitu hidrolisis yaitu cara pembuatan koloid dengan mengubah partikel molekuler (larutan) menjadi partikel berukuran koloid yang dapat terlihat pada reaksi diatas. Dan tujuan dari pada kondensasi adalah menggumpalkan partikel-partikel larutan. Pada saat pembuatan sol ini terdapat endapan berwarna coklat dan tidak tersaring oleh kertas saring biasa, hanya bisa tersaring dengan saringan permeabel, koloid ini jika diamati dengan menggunakan senter maka akan teramati adanya efek tyndall yaitu terjadi penghamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid karena ukuran partikel lebih besar dari panjang gelombang, dan sifat lainnya yaitu sifat listrik koloid mengalami elektroforesis yaitu peristiwa pemisahan koloid yang bermuatan. Partikel-partikel koloid yang bermuatan dengan bentuan arus listrik akan mengalir ke masing-masing elektroda yang bermuatannya berlawanan. Partikel yang bermuatan positif bergerak menuju ke elektroda positif. Dan koloid ini bermuatan positif karena pada saat kedua elektroda positif dan Negatif dicelupkan kedalam maka gelembung lebih banyak berada pada elektroda positif, maka dari pada itu sol ini dikatakan bermuatan positif.
ii.    Pembuatan Sol Belerang
Pembuatan koloid Sol Belerang ini menggunakan sistem dispersi yaitu Dengan cara Mekanik yaitu butir-butir kasar digerus dengan lumpung atau penggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu kemudian diaduk dengan medium dispersi yaitu air. Sol belerang dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan suatu zat inert yaitu Gula Pasir zat inert sering juga disebut zat pemantap (zat stabilezer) ini berguna untuk memantapkan belerang agar dapat tenggelam ke dalam air, kemudian mencampur serbuk halus itu dengan air, setelah itu sol belerang ini dapat diamati terdapat endapan pada dasar gelas kimia jika didiamkan beberapa saat. Pada saat penyinaran dengan menggunakan senter ke dalam campuran terjadi penghamburan cahaya oleh partikel koloid sol belerang itu merupakan efek tyndall.
Share:
Batman Begins - Link Select 3
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Blogger templates